Pengadaan Bibit Bawang Diduga tak Sesuai Kontrak, Dinas Perkebunan Sultra tak Tau Pemenang Tender

488 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BATAUGA-Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah yang dikelola Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga tidak terlaksana sesuai kontrak. Salah satu lokasi kegiatan proyek tersebut berada di Desa Kaindea, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan.

Di kecamatan Lapandewa, proyek pengadaan bibit bawang merah tahun 2018 dialokasikan sebanyak 20 ton. Total anggarannya hampir mencapai satu miliar rupiah. Wartawan keptonnews.com, memperoleh informasi kalau pengadaan bibit bawang di Buton Selatan itu tak terealisasi sesuai kontrak dan meninggalkan sejumlah permasalahan. diantaranya, kerusakan bibit bawang sebanyak hampir satu ton dan jumlah yang tidak sesuai.

Ironisnya, hingga saat ini pihak kontraktor tak kunjung menggantikan kerusakan dan kekurangan bibit bawang merah tersebut.

Menurut Ketua Lembaga Pemberhati Publik Sultra (lPPS), La Ode Tuangge, yang mendapat laporan dari masyarakat dan kepala desa setempat terkait dengan dugaan kecurangan proyek, saat bibit bawang diturunkan dari dalam kontainer, banyak yang rusak.

“Anggaran proyek ini Rp 900 juta lebih. Sebenarnya proyek ini 25 ton, hanya 5 tonnya dialihkan untuk pengadaan pupuk. Setelah diturunkan dari kontener sudah ada yang rusak sekitar satu ton. Nah sampai saat ini bibit bawang yang rusak ini belum diganti oleh pihak rekanan atau kontraktor pemenang tender,” tutur Tuangge saat ditemui di Busel belum lama ini.

Selain rusak, lanjutnya, jumlah bibit yang diserahkan juga kurang tujuh karung. Ini diketahui ada konfirmasi pada pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut.

“Lalu saya bertanya kepada beliau, siapa kontraktor kegaitan ini? Namun PPK menyatakan tidak tau. Katanya nanti dia cek kembali. Karena banyak perusahaan yang kerja kegiatan pengadaan di provinsi,” kata Tuangge mengulang pernyataan PPK.

Dugaan pelanggaran kecurangan dalam proyek tersebut semakin kuat setelah pihak dinas mengaku tidak mengetahui perusahaan pemenang tender. Hal itu dikuatkan lagi dengan tidak adanya tandatangan berita acara penyerahan dan penerimaan barang dari dinas kepada warga setempat.

“Jadi menurut pengakuan warga dan kades setempat, saat pendistribusian barang tersebut itu bukan dari pihak perusahaan yang bawa, namun orang dinas langsung yang bawa. Orang dinas perkebunan dan hortikultura Sultra. Setelah itu bibit itu hanya disimpan begitu saja di kantor desa tanpa dilengkapi dengan surat pemberitahuan kepada pemerintah daerah dan desa,” kesalnya.

Dijelaskan, sesuai dengan regulasi undang-undang terkait dengan pengadaan barang dan jasa, pihak kontraktor wajib mengganti setiap kerusakan barang. Jika tidak itu merupakan pelanggaran.

“Jangan sampai ini ada kongkalikong dalam kegiatan ini. Karena saat kita tanya pada PPK nya, PPK nya tidak tau siapa perusahaan pemenang tender nya. Atau bisa jadi kegiatan ini milik orang dinas sendiri Hannya meminjam perusaan,” nilainya.

Jika dugaan itu benar adanya, ia mengancam akan melaporkan hal tersebut pada kepolisian atau kejaksaan.

“Jadi langkah yang akan kita lakukan meminta kepada dinas terkait untuk segera mengganti kerusakan bibit bawang ini. Dan jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum ASN dalam kegiatan tersebut kita akan melaporkan pada pihak berwajib,” ancamnya.

Menanggapi hal itu, PPK proyek tersebut, Rifai, membantah adanya kerusakan bibit bawang seperti yang diungkapkan ketua LPPS Sultra, La Ode Tuangge. “Yang ada hanya kekurangan jumlah sebanyak tujuh karung. Pada saat perhitungan itu memang kurang tujuh karung, tapi bukan rusak. Namun sejauh ini saya belum tahu apakah penggantian itu sudah cukup atau masih kurang. Nanti saya coba konfirmasi kembali sama staf saya. Kalau belum cukup nanti di gantikan,” kata Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Rifai juga mengaku akan menurunkan tim untuk mengecek kembali seberapa banyak dan bagaimana kerusakan bibit tersebut. “Nanti didiskusikan kembali sama ketua kelompok taninya atau kelompok taninya seperti bagaimana mestinya,” tambahnya.

Ia juga membantah adanya pelanggaran ASN dalam proyek tersebut. Kata dia, semua sudah sesuai dengan prosedur. Hanya saja ia lupa nama perusahaan pemenang tender. “Kalau dari pihak perusahaan saya tidak tahu siapa yang ikuti saat penyerahan nya. Nama perusahaannya juga saya lupa, tapi dari pihak pemerintah itu diwakili oleh pak Salam,” papar pria yang baru saja pensiun itu. Hasil penelusuran keptonnews.com, diperoleh informasi kalau pengadaan bibit bawang di Busel dimenangkan CV. Insan Citra Cemerlang, Perusahaan ini dipimpin oleh Hj. Rosdiana sebagai direktris. (tim/is)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.