Rektor UMB Disarankan Tempuh Upaya Hukum

146 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

BAUBAU – Apriludin SH dan Apri Awo SH (Duo Apri), Kuasa Hukum Mahufi Madra, yang melaporkan Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Suriadi atas dugaan kasus dana kamus UMB senilai 162,5 juta, hal ini berdasarkan hasil audit PP Muhammadiyah.

Olehnya itu, Duo Apri menantang Suriadi menempuh upaya hukum. Hal ini ditegaskan Duo Apri, menyusul opini Ketua Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum (LKBH) UMB, Safrin Salam SH MH, yang menyatakan bahwa kasus Suriadi bukan ranah Pidana.

Apri Awo mengatakan, penetapan Suriadi sebagai tersangka telah melalui Prosedur secara Hukum dan memiliki bukti permulaan yang cukup.

Apri Awo memastikan, telah adanya hasil audit terkait dugaan penggelapan yang menyeret nama Rektor UMB itu. Duo pengacara muda ini merasa lucu dengan pernyataan Ketua LKBH UMB Safrin Salam, yang menurutnya hanya berputar-putar dalam penulisan opini.

Terkait Legal Standing pelapor dalam hal ini Mahufi Madra, Duo Apri memastikan salah satu Dewan Pendiri UMB ini adalah Warga Muhammadiyah, yang pernah menduduki Jabatan Dekan Fakultas Hukum, Wakil Rektor III UMB.

“Jadi perlu saya tegaskan, bahwa Universitas Muhammadiyah Buton itu adalah badan publik, yang mana siapa saja bisa melaporkan dugaan perbuatan melawan hukum di lembaga tersebut.
Itu versi mereka (Suriadi cs, red), nggak mungkinlah mau klaim Amal usahanya bobrok,” Ungkap Apri Awo pada Sultra1news.com, Kamis (6/9/18).

Sebagai penegak hukum, Duo Apri lebih meyakini hasil penyelidikan pihak berwenang. Duo Apri ini juga menyarankan untuk bersama-sama menunggu hasil gelar perkara atas kasus penggelapan dana kampus tersebut.

“Sekedar saran kepada penulis (Safrin Salam, red), tempuh upaya hukum, Uji Penetapan Tersangka Rektor melalui Pengadilan. Biar tidak sekedar opini,” tuturnya. (Ad/is)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.